Install sistem operasi Debian 10 pada Virtualbox

November 20, 2022

Nama: Satria Luhur Pratama

No: 20

Kelas: XII TKJ 1

 

Langkah - Langkah :

1.      Membuat mesin baru di Virtual Box. Kli tombol NEW. Beri nama pada mesin virtual box, lalu next



2.      Untuk ukuran memori (RAM) yang digunakan pada mesin virtual anda, saya sarankan 1024MB namun jika spesifikasi laptop / komputer anda pas-pasan, 512MB juga tidak apa-apa. Selanjutnya pilih Next.



3.      Setelah itu kita membuat harddisk virtual untuk menyimpan data dan file mesin virtual kita. Pilih Create a virtual hard disk now kemudian pilih Create.



4.      Setelah itu pilih VDI (VirtualBox Disk Image)



5.      Selanjutnya pilih dynamically allocated kemudian pilih Next



6.      Untuk ukuran harddisk virtual yang digunakan pada percobaan ini yaitu 20 GB (bisa disesuaikan). Setelah itu pilih Create



7. Setelah selesai membuat mesin virtual, selanjutnya kita perlu melakukan sedikit pengaturan. Pilih mesin virtual yang telah kita buat tadi (DEBIAN 10) kemudian pilih Settings untuk masuk ke menu pengaturan.





*Pada bagian boot order ini opsional 

 

8. Setting pada bagian Network, pilih Host-only Adapter. Untuk Name (interface) bisa disesuaikan.


 

*Settingan pada bagian network ini opsional. Pada percobaan ini, di setting bridge supaya debian yang di virtual box seolah-olah satu jaringan dengan host (laptop / PC). 

Setelah dipilih, klik OK

9. Pada menu Settings, kita pilih Storage. Kemudian pada bagian Controller: IDE, pilih Empty kemudian klik ikon CD seperti yang ditunjuk tanda panah. Pilih file ISO Debian 10 yang sebelumnya sudah anda download.

Jika file ISO Debian 10 berhasil ditambahkan, tampilannya nanti kurang lebih seperti ini. Selanjutnya pilih OK



10. Pilih Start untuk memulai proses instalasi.




11. Berikut ini tampilan awal instalasi Debian 10. Pilih Install



12. Pada bagian bahasa, Pilih English


 13.  Untuk pilihan lokasi dan zona waktu, langsung tekan Enter. Nanti bisa diubah setelah selesai proses instalasi.




14. Pada konfigurasi keyboard, Pilih American English, kemudian Enter


15. Ketikkan nama hostname-nya, bebas kok. Kemudian pilih Continue




16.  Masukkan nama domain yang diinginkan, misal google.com. Kemudian pilih Continue




17. Masukkan password untuk root. Gunakan password yang mudah diingat saja. Kemudian pilih Continue


18. Masukkan kembali password root, lalu pilih Continue


19. Masukkan nama lengkap untuk pengguna baru anda, misal: kurniawan. Tidak harus nama lengkap.


 

Pengguna ini merupakan pengguna biasa, berbeda dengan root yang bisa disebut sebagai administrator yang mempunyai hak dan akses yang lengkap. Jika sudah, pilih Continue

20. Masukkan username, samakan dengan nama pengguna saja biar tidak bingung. Lalu pilih Continue


21. Masukkan password untuk pengguna baru. Buat sama dengan password root, biar tidak lupa. Selanjutnya pilih Continue


22. Masukkan kembali passwordnya, kemudian pilih Continue


23.  Pemilihan zona waktu biarkan default dengan menekan Enter, nanti bisa diubah


24. Pada tahap partisi harddisk, pilih Guided – use entire disk


25. Pilih harddisk yang ingin dipartisi kemudian Enter


26.  Pada pembagian partisi harddisk, pilih All files in one partition, ini direkomendasikan bagi pengguna baru yang masih awal belajar. Untuk teman-teman yang sudah mahir, bisa di sesuaikan.


27. Selanjutnya pilih Finish partitioning and write changes to disk


28. Jika muncul tampilan seperti ini, silakan pilih Yes


29. Pada bagian Configuration Pacakge Manager - Scan another CD or DVD, pilih No


30. Pada bagian Configuration Pacakge Manager - use a network mirror, pilih No


31.Pada bagian Configuring Populiarity Contest - usage survey, pilih No


32. Pada bagian Software selection, pilih standart system utilities.  Bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing - masing.




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini