Install sistem operasi Debian 10 pada Virtualbox
Nama: Satria Luhur Pratama
No: 20
Kelas: XII TKJ 1
Langkah
- Langkah :
1. Membuat
mesin baru di Virtual Box. Kli tombol NEW. Beri
nama pada mesin virtual box, lalu next
2.
Untuk ukuran memori (RAM) yang
digunakan pada mesin virtual anda, saya sarankan 1024MB namun jika spesifikasi
laptop / komputer anda pas-pasan, 512MB juga tidak apa-apa. Selanjutnya
pilih Next.
3.
Setelah
itu kita membuat harddisk virtual untuk menyimpan data dan file mesin virtual
kita. Pilih Create a virtual hard disk now kemudian
pilih Create.
4. Setelah itu
pilih VDI (VirtualBox Disk Image)
5. Selanjutnya
pilih dynamically allocated kemudian pilih Next
6. Untuk ukuran
harddisk virtual yang digunakan pada percobaan ini yaitu 20 GB (bisa disesuaikan).
Setelah itu pilih Create
7. Setelah
selesai membuat mesin virtual, selanjutnya kita perlu melakukan sedikit pengaturan.
Pilih mesin virtual yang telah kita buat tadi (DEBIAN 10) kemudian pilih Settings untuk
masuk ke menu pengaturan.
*Pada
bagian boot order ini opsional
8. Setting pada bagian Network, pilih Host-only Adapter. Untuk Name (interface) bisa disesuaikan.
*Settingan
pada bagian network ini opsional. Pada percobaan ini, di setting bridge supaya
debian yang di virtual box seolah-olah satu jaringan dengan host (laptop /
PC).
Setelah
dipilih, klik OK
9. Pada
menu Settings,
kita pilih Storage. Kemudian pada bagian Controller:
IDE, pilih Empty kemudian klik ikon CD
seperti yang ditunjuk tanda panah. Pilih file ISO Debian 10 yang sebelumnya
sudah anda download.
Jika file ISO Debian 10 berhasil ditambahkan, tampilannya nanti kurang lebih seperti ini. Selanjutnya pilih OK
10. Pilih Start untuk
memulai proses instalasi.
11. Berikut ini tampilan awal instalasi Debian 10. Pilih Install
12.
Pada bagian bahasa, Pilih English
13. Untuk pilihan lokasi dan zona waktu, langsung tekan Enter.
Nanti bisa diubah setelah selesai proses instalasi.
14. Pada konfigurasi keyboard, Pilih American English, kemudian Enter
15. Ketikkan nama hostname-nya, bebas kok.
Kemudian pilih Continue
16. Masukkan nama
domain yang diinginkan, misal google.com. Kemudian pilih Continue
17. Masukkan password untuk root. Gunakan password yang mudah diingat saja. Kemudian pilih Continue
18. Masukkan kembali password root, lalu pilih Continue
19. Masukkan nama lengkap untuk pengguna baru anda, misal: kurniawan. Tidak harus nama lengkap.
Pengguna
ini merupakan pengguna biasa, berbeda dengan root yang bisa disebut sebagai
administrator yang mempunyai hak dan akses yang lengkap. Jika sudah,
pilih Continue
20. Masukkan username, samakan dengan nama pengguna saja biar tidak bingung. Lalu pilih Continue
21. Masukkan password untuk pengguna baru. Buat sama dengan password root, biar tidak lupa. Selanjutnya pilih Continue
22. Masukkan kembali passwordnya, kemudian pilih Continue
23. Pemilihan zona waktu biarkan default dengan menekan Enter, nanti bisa diubah
24. Pada tahap partisi harddisk, pilih Guided – use entire disk
25. Pilih harddisk yang ingin dipartisi kemudian Enter
26. Pada pembagian partisi harddisk, pilih All files in one partition, ini direkomendasikan bagi pengguna baru yang masih awal belajar. Untuk teman-teman yang sudah mahir, bisa di sesuaikan.
27. Selanjutnya pilih Finish partitioning and write changes to disk
28. Jika muncul tampilan seperti ini, silakan pilih Yes
29. Pada bagian Configuration Pacakge Manager - Scan another CD or DVD, pilih No
30. Pada bagian Configuration Pacakge Manager - use a network mirror, pilih No
31.Pada bagian Configuring Populiarity Contest - usage survey, pilih No
32. Pada bagian Software selection, pilih standart system utilities. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing - masing.
Kok namanya Ryan?
BalasHapus